Rabu, 27 April 2011

Kertas Recyle di KPKNL

Mungkin hal ini dianggap tidak penting, tapi ini juga merupakan bentuk pencapaian efisiensi dan kepedulian terhadap Lingkungan. Dalam Manajemen Asset, ada manajemen kaizen, dimana penerapan nya kalau di Jepang, bagi pegawai yang bisa menyumbangkan ide demi efisiensi di perusahaan, akan mendapat reward. Salah satunya yang mendapatkan reward adalah usulan penggunaan kertas bekas ( recyle). Kalu kita pikir, berapa banyak pohon yang ditebang gunan menghasilkan kertas. Dalam sehari, berapa banyak kertas yang digunakan oleh perkantoran. Tidak usah jauh-jauh, di KPKNL untuk menunjang proses kerja, dibutuhkan kertas untuk surat menyurat, arsip dll. Kemudian, berapa banyak sampah yang menumpuk untuk dibuang, padahal Jakarta sudah kehabisan lahan untuk tempat pembuangan sampah. Di beberapa KPKNL yang saya tahu, mereka tidak menerapkan recyle papers, alasannya nanti tidak ada pengadaan lagi. Sayang sekali kan melihat kenyataan seperti itu. Padahal banyak kertas yang terbuang di KPKNL. Salah print, buang, padahal masih bisa digunakan di kertas sebaliknya, paling tidak untuk buat konsep sampai setelah revisi dan ok, baru di print yang benar. Mungkin itu sepele, tapi kepedulian terhadap lingkungan juga penting. Hampir seluruh perusahaan swastapun menerapkannya, sebab hal tersebut juga mampu mengurangi pengeluaran. Kalau di pemerintahan dana operasional kan dari APBN, APBN dari rakyat, hehehhe..balik lagi pertanggungjawaban ke rakyat. Semoga Kementerian juga peduli akan hal tersebut..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar